Kang Sejo Melihat Tuhan

Ikon

Dalam kegelapan matamu kau telah melihatNya. Dan aku? Aku masih dalam taraf terpesona

Bersih Desa

Mohammad Sobary PARA tokoh desa sudah duduk bersila di atas panggung yang dibangun dengan atap tenda di bawah pohon besar yang tampak berwibawa dan memancarkan pesona magis. Di pohon besar itu-menurut kepercayaan setempat-bersemayam danyang, pepunden, atau leluhur, atau roh penjaga desa. Dialah yang pada siang itu, dan malam nanti, ketika pertunjukan wayang kulit berlangsung, yang menjadi pusat perhatian seluruh penduduk desa.

Rombongan tamu-para priyayi Solo-satu per satu menyusul dengan tertib ke panggung. Ada Sardono W Kusumo, ada sejarawan Soedarmono, ada psikolog Yayah Kisbiyah, ada Taufik Rahzen, sejumlah aktivis LSM, para seniman, juga dosen-dosen, dan sejumlah wartawan. Saya pun hadir. Di sana saya orang asing. Minat saya besar untuk mengikuti upacara tradisional desa itu. Orang menyebut acara-yang diadakan tiap tahun sekali-itu “bersih desa”. Biarpun secara kultural saya sudah tercabut dari desa sejak kelas satu SMP, saya ingat di kampung saya acara itu tak ada.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Mohammad Sobary

Kurungan

Mohammad Sobary Kurungan bisa penting, bisa juga tidak. Tergantung siapa yang melihat. Buat saya pribadi, isi kurungan lebih penting daripada kurungannya.

Pak Penewu (sekarang camat) di desa saya dulu punya seekor perkutut yang hebat. Kabarnya, orang dari kota (maksudnya Yogya) ingin menukarnya dengan sebuah sedan baru. Ini burungnya.

Kurungannya, kata Kang Brahim, lebih mahal daripada rumah Kang Brahim sendiri, yang memang kecil itu. Maklumlah, namanya juga burungnya Pak Penewu. Dalam hal ini kurungan itu fungsional dan karena itu memang penting. Akan ganjil benar bila burung semahal itu dikurung dengan kurungan yang sudah reot dan bolong.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Majalah Tempo, Mohammad Sobary

Virus N-Ach

Mohammad Sobary Tak semua virus membahayakan. Maka tak semua virus harus dibasmi. Virus mental, yang diberi nama aneh n-ach, singkatan need for achievement (hasrat untuk meraih setinggi-tingginya prestasi dalam hidup) sebagaimana disebutkan David Mc. Clelland itu, justru merupakan suatu jenis virus yang harus dikembangbiakkan.

Menurut psikolog terkenal ini, virus dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Dari penelitiannya di Indra Pradesh, India, David Mc. Clelland berkesimpulan bahwa orang-orang yang telah diberi latihan di pusat-pusat latihan, kemudian menunjukkan gejala bahwa mereka semakin bergairah bekerja, lebih tekun, lebih keras dari saat sebelum menerima latihan motivasi itu.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Koran Jawa Pos, Mohammad Sobary

Guru

Mohammad Sobary Dalam ilmu othak-athik gathuk-nya orang Jawa, suku kata gu dari kata guru itu berarti digugu dan ru, artinya ditiru. Barangkali benar, guru memang digugu (dianut) dan ditiru, diteladani para murid. Dari sana, barangkali Ki Hajar Dewantara merumuskan peran guru yang terkenal: ing ngarso asung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani itu. Barangkali dari sana pula pepatah kita “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” itu memperoleh inspirasinya.

Sardono W. Kusumo pernah mengatakan kepada saya bahwa di masyarakat Jawa, guru tidak harus merupakan sebuah sosok pribadi, melainkan bisa juga cuma berupa citra atau sosok bayangan. Dalam sebuah lakon disebutkan, ketika Resi Durna sedang mengajar para satria Pandawa dan Astina memanah, seorang satria lain datang hendak berguru memanah kepada resi tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Koran Jawa Pos, Mohammad Sobary

Bunglon

Mohammad Sobary Bagaimana upaya memanjat
Supaya selalu selamat
Bagaimana cara jatuh
Supaya tidak mengaduh
Kakekku yang amat cermat
Turunkan ilmu secara cepat
(Taufiq Ismail)

Adakah hal yang begitu penting dalam hidup kita, melebihi keselamatan? Agama mengajarkan perilaku agar manusia memperoleh keselamatan. Islam memiliki doktrin selamat dunia dan akhirat. Kristen menekankan salvation (penyelamatan jiwa).

Ketika saya mau hijrah ke Jakarta dua puluhan tahun lalu, nenek, kakek, ayah, paman, pakde, dan tetangga-tetangga memberi saya sangu (bekal) slamet (selamat). “Tak sangoni slamet” (aku bekali kau selamat), kata mereka.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Koran Kompas, Mohammad Sobary

Non-Sektarian

Mohammad Sobary Dalam percaturan politik kita, akhir-akhir ini, sikap nonsektarian muncul seperti obat penenang. Ia mengesankan sebuah jalan keluar. Sekurangnya, sebuah upaya mencari jalan keluar itu.

Bagi saya, nonsektarian itu sebuah mantra. Ia merupakan bahasa para empu, begawan, atau resi. Dengan kata lain, bahasa para pendekar di atas angin, yang tidak punya pamrih politik, karena “kerajaan” mereka pada hakikatnya memang bukan di dunia fana ini.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Majalah Editor, Mohammad Sobary

Wanodya

Mohammad Sobary Bagaimanakah persisnya gambaran kita tentang wanita? Seperti Shinta yang setia, tabah, dan sabar menahan derita? Seperti Srikandi yang kenes, tangkas, dan cenderung tregal-tregel ning ora mbebayani (agak sembrono tapi tak membahayakan)? Ataukah seperti Sarinah, sebagaimana dimaksudkan Soekarno?

Dunia berputar. Dan di dalamnya, wanita pun berubah. Soekarno salah dalam satu hal: wanita tak lagi dikungkung seperti dulu. Sudah umum sekarang bahwa wanita punya kebebasan seperti pria. Artinya, wanita juga bekerja di berbagai sektor, tempat laki-laki bisa bekerja. Dan, akibatnya, wanita pun tak lagi bergantung sepenuhnya pada pria. Toko dan warung di daerah pedesaan banyak yang berkembang di bawah kendali wanita.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Majalah Tempo, Mohammad Sobary

Kumbo Karno Dan Bung Hatta

Mohammad Sobary Pada hari-hari ketika Kumbo Karno sudah merasa muak terhadap kehidupan keraton dan oleh karena itu ia menyendiri di Panglebur Gongso, di rumahnya, bersama Togog, ia sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di keraton. Ia tak peduli.

Tetapi hari itu ketenangan negeri Alengka terasa mencurigakan. Suasana itu seperti dibuat untuk menyelubungi sesuatu. Naluri Kumbo Karno mencium ada yang tak beres. Maka, disuruhnya Togog, abdi dalem, menyelidik.

Syahdan, Togog mampu menyusup ke sumber berita yang paling aktual, dan layak dipercaya. Siang itu, setelah sidang kabinet yang melelahkan membujuk Dasamuka agar mengembalikan Shinta, Gunawan Wibisono dikepruk dengan sepenggal besi oleh Dasamuka. Gunawan roboh, dan mati seketika.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Koran Jawa Pos, Mohammad Sobary

Doa Yang Tak Membebaskan

Mohammad Sobary Para santri pun akhirnya berkumpul lagi setelah beberapa lama sebelumnya mereka menerima tugas dari sang kiai.

“Sudah mengerti pesan dalam surat itu?” tanya kiai, membuka pertemuan kembali.

“Sudah, kiai, alhamdulillah,” sahut salah seorang santri.

“Bagaimana isi pesan itu?”

Santri itu memperdengarkan bacaannya yang bagus atas surat Al Ma’un. “Aroaital ladzi yukadzibu biddin …,” merdu suaranya. Dan ia pun meneruskan pembacaan dan terjemahannya, sampai selesai.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Majalah Jakarta-Jakarta, Mohammad Sobary

NU Masih Tetap Mengalir

Mohammad Sobary Dalam bangunan sosio-politik dan kultural Indonesia, dapatkah kita menemukan kembali unsur-unsur yang dulu merupakan sumbangan NU? Kemudian, dapatkah kita mengklim bahwa unsur tertentu dalam bangunan tersebut adalah hasil karya NU? Mungkin tidak. Seperti halnya tak mungkin seorang kiai akan bisa menemukan kembali jejak pendidikan yang pernah ditinggalkan dalam diri para santrinya. Ini, tentu saja, karena sang santri sendiri juga berkembang dan menyerap dari berbagai sumber lain buat basis dan pengayaan pemikirannya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Buku Kang Sejo, Mohammad Sobary, Tabloid Warta NU



Blog Kang Sejo Melihat Tuhan ini berisi artikel-artikel yang terdapat pada buku “Kang Sejo Melihat Tuhan“ karangan M. Sobary. Versi E-Book dari buku ini dapat didownload secara gratis di Pustaka Loka.

media-isnet
Media Isnet : menyediakan acuan di internet untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.